Detail Cantuman
PERAN MAJLIS DIBA'IYAH DALAM MEMBINA SILATURAHMI MASYARAKAT DI KELURAHAN PAJU KECAMATAN PONOROGO KABUPETEN PONOROGO
ABSTRAK
Murdifin. 2018. Peran Majlis Diba’iyah dalam Membina Silaturrahim
Masyarakat di Kelurahan Paju Kecamatan Ponorogo Kabupaten
Ponorogo. Skripsi. Program Strata Satu (S1), Program Studi
Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam
Sunan Giri Ponorogo. Pembimbing: (I) Agus Setyawan, M.S.I, (II)
Khusnul Khotimah, M.Pd.I.
Kata Kunci: Peran Dibaiyah, Silaturrahim Masyarakat
Silaturahim dalam kegiatan diba’iyah ini dimaksudkan untuk menjaga
keharmonisan hubungan masyarakat dalam bentuk kekerabatan, tetangga, maupun
persaudaraan, bahkan turut pula membawa efek yang sangat positif bagi pribadi
orang yang melakukannya. Silaturrahim merupakan salah satu perwujudan dari
pada perintah ajaran agama islam yaitu “hablum minannass” menjalin hubungan
horisontal dengan sesama manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui pengaruh
diba’ dalam meningkatkan tali silaturahmi di masyarakat Kelurahan Paju, 2)
Untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh jamaah diba’an di Kelurahan Paju
dalam melaksanakan kegiatan.
Untuk mengungkapkan hal tersebut peneliti menggunakan pendekatan
kualitatif. Sedangkan pada metode pengumpulan data, peneliti menggunakan
metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian, metode analisis
datanya menggunakan konsep dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Adanya kegiatan diba’iyah ini
dapat menambah jalinan silaturahim warga Kelurahan Paju semakin erat, hal ini
dikarenakan dengan diadakannya kegiatan diba’iyah masyarakat meluangkan
waktu untuk berkumpul dengan tetangganya sehingga terjalinlah komunikasi yang
erat antar warga. Mereka saling menyapa, saling berjabatangan ketika baru datang
maupun ketika mau pulang dari kegiatan diba’iyah, 2) Kendala dalam
melaksanakan dib’an di Kelurahan Paju yaitu: kurangnya minat dari warga
sehingga kegiatan dib’iyah tidak bisa berjalan dengan rutin, selain itu dengan
minimnya generasi penerus yang bisa vokal sehingga kegiatan diba’iyah sulit
berjalan pada setiap minggunya. Kurangnya dukungan dari sesepuh untuk
pembinaan generasi muda sehingga lambat laun kegiatan diba’iyah bisa pudar.
Hal lain yang menjadi kendala adalah alat untuk mengiringi dibaiyah seperti
kompang dan lainyya sangat kurang, ada namun sudah tak layak pakai lagi.
Ketersediaan
| S08346 | SKR MUR p 007 | My Library (SKRIPSI PMI 2018) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
SKR MUR p 007
|
| Penerbit | INSURIPO : Ponorogo., 2018 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
SKR MUR p 007
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Progdi PMI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






